Showing posts with label Musuh Alami. Show all posts
Showing posts with label Musuh Alami. Show all posts
Kumbang Koksi Sahabat Petani
Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Mereka mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Di negara-negara Barat, hewan ini dikenal dengan nama ladybird atau ladybug. Orang awam menyebut kumbang koksi sebagai kepik, karena ukurannya dan perisainya yang juga keras, namun kumbang ini sama sekali bukan dari bangsa kepik (Hemiptera). Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman.
Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, terutama di wilayah-wilayah tempat hidup tanaman yang menyediakan makanannya. Di dunia ini kurang lebih ada sekitar 5.000 spesies dan yang terbesar panjang tubuhnya mencapai hampir 1 cm.
Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, terutama di wilayah-wilayah tempat hidup tanaman yang menyediakan makanannya. Di dunia ini kurang lebih ada sekitar 5.000 spesies dan yang terbesar panjang tubuhnya mencapai hampir 1 cm.
Parasitoid
Parasitoid adalah serangga yang pada stadium pradewasanya hidup sebagai parasit pada/dalam serangga lain (sebagai inang) sehingga dapat mengganggu perkembangan serangga hama dengan cara menghisap cairan tubuh, darah atau sari makanan. Kehidupan parasitoid sangat misterius (sulit dikenal). Imago parasitoid hidup bebas dan tidak bersifat parasit, serta memperoleh makanan dari nektar bunga tanaman, embun madu, air/embun yang ada disekitarnya untuk dapat bertahan hidup. Kualitas makanan serangga parasitoid dewasa sangat menentukan lama hidup, keperidian, dan parasitisasi (kemampuan memarasit atau persentase parasitisme).
Sifat / ciri serangga parasitoid antara lain :
1. Ukurannya lebih kecil dari inang
2. Inangnya dari golongan taxanomi yang sama dengan parasitoid yang bersangkutan.
3. Tidak pernah pindah inang (jika terjadi pindah inang, maka yang berikutnya sebagai mangsa, karena berperan sebagai predator).
Berdasarkan cara kerjanya parasitoid dibedakan atas beberapa jenis, yaitu :
1. Parasitoid telur, yaitu parasitoid yang meletakkan telur pada telur inang, akibatnya telur inang tidak menetas.
2. Parasitoid larva, yaitu parasitoid yang meletakkan telur pada larva inang, akibatnya larva inang gagal menjadi pupa
3. Parasit telur - larva yaitu parasitoid yang meletakkan telur pada telur inang, telur inang memetas, tetapi larva gagal menjadi pupa.
4. Parasitoid larva - pupa yaitu parasitoid yang meletakkan telur pada larva inang, setelah menetas akan memarasit pupa dari larva inang tersebut, sehingga pupa gagal menjadi imago.
5. Parasitoid pupa, yaitu parastoid yang meletakkan telur pada pupa inang, sehingga pupa inang gagal menjadi imago.
6. Parasitoid primer, yaitu serangga parasitoid yang hidup dalam/pada dan memarasit serangga bukan parasitoid.
7. Parasitoid sekunder (hiperparasitoid), yaitu serangga parasitoid yang hidup dalam/pada dan memarasit serangga parasitoid.
8. Endoparasit, yaitu parasitoid yang memarasit serangga lain dengan cara menempatkan diri di dalam tubuh inang. Endoparasitoid dibedakan lagi menjadi:
- Endoparasitoid larva, yaitu parasitoid hidup di dalam/pada larva inang. Larva inang disebut koinobion karena larva inang tetap aktif.
- Endoparasioid telur dan pupa, yaitu parasitoid yang hidup di dalam/pada telur dan pupa inang. Telur dan pupa inang disebut idobion karena telur dan pupa inang tidak aktif.
9. Ektoparasit, yaitu parasitoid yang memarasit tetapi berada di luar tubuh inang. Ektoparasitoid biasnya pada larva dan pupa inang. Larva dan pupa inang disebut idiobion karena larva dan pupa inang tidak aktif.
12. Parasitoid soliter, yaitu apabila dari satu inang hanya keluar satu imago parasitoid.
13. Parasitoid gregorius, yaitu apabila dari satu inang keluar lebih dari satu imago parasitoid (satu spesies), karena telur yang diletakkan lebih dari satu atau bersifat polyembrioni.
14. Parasitoid ganda (multiple parasitoid), yaitu apabila lebih dari satu spesies parasitoid berkembang dalam/pada satu inang. Dalam hal ini terjadi persaingan antar parasitoid.
15. Superparasitisme, yaitu apabila dalam satu inang terdapat lebih dari satu individu parasitoid, tetapi pada akhirnya hanya ada satu parasitoid, karena yang lainnya mati (kalah). Hal ini akan terjadi apabila jumlah inang sedikit, populasi parasitoid tinggi, dan makanan tambahan kurang tersedia.
Musuh Alami
PENGERTIAN MUSUH ALAMI
Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup (organisme > Predator, Parasitoid dan Patogen) yang dapat mengendalikan hama penyakit dan gulma (OPT)
Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator,
parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang
(serangga, laba-laba dan binatang lain) yang
memakan binatang lain sehingga menyebabkan kematian.
Kadang-kadang disebut “predator”.
Predator berguna karena memakan hama tanaman.
Semua laba-laba dan capung merupakan contoh
pemangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup
di dalam atau pada tubuh serangga lain, dan
membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna
karena membunuh serangga hama, sedangkan parasit
tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan.
Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama. Patogen adalah penyebab penyakit yang menyerang binatang atau makhluk lain. Patogen berguna karena mematikan banyak jenis serangga hama tanaman teh. Ada beberapa jenis patogen, antara lain jamur, bakteri dan virus.
Ada beberapa jenis tawon (tabuhan) kecil sebagai parasitoid serangga hama. Patogen adalah penyebab penyakit yang menyerang binatang atau makhluk lain. Patogen berguna karena mematikan banyak jenis serangga hama tanaman teh. Ada beberapa jenis patogen, antara lain jamur, bakteri dan virus.
Musuh alami sebaiknya dilestarikan
karena mereka merupakan teman petani. Semua
jenis musuh alami membantu petani mengendalikan
hama dan penyakit. Karena itu, musuh alami jangan
dibunuh atau dimusnahkan. Langkah pertama dalam
hal melestarikan musuh alami adalah: jangan
menggunakan pestisida kimia! Langkah kedua:
menjaga berbagai jenis tanaman, terutama tanaman
berbunga, di kebun atau sekitar kebun. Jika
terdapat bermacam- macam tanaman di kebun, biasanya
jumlah musuh alami yang berada di kebun juga
lebih banyak. (Baca juga bagian mengenai bunga
di halaman ‘Parasitoid’). Langkah
ketiga: mengusahakan lingkungan yang sesuai
untuk kehidupan musuh alami tersebut (konservasi).
PENGENDALIAN HAYATI
(Biological Control) :
Merupakan taktik pengelolaan hama secara sengaja dengan memanfaatkan atau memanipulasi musuh alami/agens hayati untuk menekan atau mengendalikan OPT
Merupakan taktik pengelolaan hama secara sengaja dengan memanfaatkan atau memanipulasi musuh alami/agens hayati untuk menekan atau mengendalikan OPT
CARA KERJA MUSUH ALAMI
(AGENS HAYATI)
Predator :
Memakan mangsanya secara langsung
Memakan mangsanya secara langsung
Parasitoid :
Meletakan telur pada tubuh hewan sasaran, kemudian setelah menetas larvanya menghisap cairan tubuh hewan sasaran tersebut hingga mati
Meletakan telur pada tubuh hewan sasaran, kemudian setelah menetas larvanya menghisap cairan tubuh hewan sasaran tersebut hingga mati
- Jamur tersebut masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit diantara ruas-ruas tubuh
- Mekanisme penetrasinya dimulai dengan pertumbuhan spora pada kutikula
- Didalam tubuh serangga hifa berkembang dan selanjutnya memasuki pembuluh darah, melalui beberapa proses lebih lanjut di dalam tubuh menyebabkan kematian serangga
Sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Belalang kembara atau belalang migran (migratory locust; Locusta migratoria ) adalah spesies belalang dengan persebaran habitat yang sangat...
-
Parasitoid adalah serangga yang pada stadium pradewasanya hidup sebagai parasit pada/dalam serangga lain (sebagai inang) sehingga dapat m...
-
Manfaat Daun binahong akhir-akhir banyak menjadi buah bibir karena kegunaannya yang semakin populer untuk mengatasi berbagai permasal...

